H - 23 Tahun | Surat Terbuka Untuk Papa

Chicago

Lukisan ini menggambarkan seorang cargiever yang sama-sama belajar dalam memahami orang dengan gangguan mental. Sebuah lukisan yang hadir karena satu surat yaitu : Surat terbuka untuk papap dariku Halo pap, aku masih tenggelam dalam malam yang gelap. Walau ia datang sesekali, kadang kali aku kalah dan lelah tak berdaya. Tapi, saat ku ingat ada dirimu di ujung sana, aku merasa pertarunganku belum selesai dan aku belum kalah. Pada tiap rengekkan diriku yang tak pernah ingin bergelut di dunia kedokteran ini, ada kata-katamu yang memelukku seraya berkata “tak apa, tak apa, semua akan terlewati” Pada tiap-tiap malam aku menyakiti diri sendiri, pulang dengan keadaan kacau penuh air mata, dengan sigap engkau merengkuhku seraya berkata “tak apa, sekarang kamu di rumah” Tidak pernah cukuplah aku berterimkaasih pada dirimu yang menerimaku dalam setiap wujud yang seringnya tidak beraturan. Kamu menerima diriku tanpa kata “tapi”. Aku si bungsu yang berbeda. Papap sering kali bilang diriku spesial dan unik. Pada tiap-tiap momen hariku yang kau bilang bak menaiki rollercoaster aku kadang malu ingin bersembunyi. Lagi-lagi, kau tetap percaya dan menerima dengan lapang dada. Diriku yang setengah hilang, setengah lagi ditemukan sekarat, dirimu tetap disana menunggu sampai aku benar-benar sadar akan diriku yang banyak kelebihan. Dalam tiap-tiap hariku yang aku sangka aku telah bebas dari kelamnya malam, dirimu menerima ku sekali lagi tanpa kata tapi. Aku, kamu, dan mamam terus bergelut dalam kata “belajar” dan “saling” memahami dalam perjalanan yang cukup sulit dan asing ini. Tak apa, yang penting kita mau belajar ujarku. Teriakkanku minggu lalu cukup keras,air mataku penuh dan aku ingin kabur! Tapi kamu disana memeluk kami seperti berkata “sudah, tak apa, kita punya satu sama lain” Pada tiap hari aku takut sebagian orang di dunia tidak menerimaku, ada dirimu dan mamam yang kerap berbicara “selalu ada, selalu ada.” Aku, dalam tiap potongan bait dan kaca retak yang ditemukan hancur berkeping-keping, tetap kamu terima dengan hati yang lapang. Aku dalam sebagian diriku yang penuh kata maaf, selalu engkau terima maaf. Dalam kehidupan yang penuh akan ekspektasi, engkau tak pernah sekalipun menuntutku, tetapi menuntunku dalam perjalanan panjang penuh perjuangan ini. Terimakasih ku ucapkan dari hatiku yang terdalam.


Karya lainnya dari H
Card image cap
H - 23 Tahun | Sendiri
Depresi membuat diri menginginkan kematian di sat dunia ingin kita hidup
Selengkapnya