Ruang Empati
Karya-karya yang terinspirasi dari mental disorder merupakan hasil ekspresi mendalam dari pengalaman individu yang mengalami gangguan tersebut. Setiap karya mencerminkan berbagai emosi kompleks seperti kecemasan, depresi, dan disosiasi, yang mungkin sulit untuk dijelaskan secara verbal. Melalui seni, seniman dengan mental disorder dapat mengungkapkan perasaan mereka dengan cara yang lebih visual dan intuitif. Warna, bentuk, dan tekstur sering digunakan untuk menunjukkan pergulatan batin atau suasana hati yang tidak stabil, menciptakan karya yang sangat personal dan otentik.
Tidak hanya sebagai bentuk ekspresi, karya-karya ini juga memberikan perspektif baru bagi orang-orang yang tidak pernah mengalami mental disorder. Dengan melihat karya-karya tersebut, penonton dapat lebih memahami bagaimana kondisi psikologis seseorang memengaruhi cara mereka melihat dunia. Kadang-kadang, karya ini menggambarkan kebingungan atau keretakan identitas, sementara di lain waktu, mereka dapat menampilkan harapan atau keinginan untuk sembuh. Interaksi dengan seni semacam ini menciptakan ruang empati, di mana orang dapat lebih peka terhadap pengalaman mental orang lain.
Selain itu, karya-karya dari seniman dengan mental disorder juga memainkan peran penting dalam menghapus stigma sosial yang melekat pada kesehatan mental. Mereka membuktikan bahwa meskipun menghadapi tantangan psikologis, seseorang masih bisa menciptakan karya-karya luar biasa yang berbicara tentang kekuatan, ketahanan, dan keragaman pengalaman manusia. Karya-karya ini tidak hanya memiliki nilai estetis, tetapi juga memberi kontribusi penting dalam meningkatkan kesadaran dan dukungan terhadap kesehatan mental di masyarakat.
JIWA dalam LUKISAN
Oleh: dr Teddy Hidayat, Sp.KJ(K).
Ucapan Terima Kasih
Karya seni lukis “Virtual Art Galeri” ini luar biasa karena mampu memvisualisasikan penderitaan, kesedihan dan ketidakberdayaan yang begitu hebat sehingga kadang tidak lagi memiliki akses ke tingkat kesadaran. Terima kasih rekan-rekan khusunya Dr Ira Adriati, M.Sn (Dosen Prodi Seni Rupa FSRD ITB), dr Pebri Riansyah, dr Bianda Adeti P, dr Anna Amaliana Sp KJ, dr Indah Kusuma Dewi Sp KJ, dr Zulfitri Sp KJ, dr Francisca Nungki Sp KJ dan dr Shelly Iskandar Sp Akp, Sp KJ M Si Ph D yang telah bersusah payah sehingga terselenggaranya pameran virtual art ini.
Dunia Emosi Depresi
Overview
1. Lukisan adalah wadah untuk mengekspresikan perasaan, pemikiran dan perilaku, baik yang disadari maupun tidak disadari. 2. Goresan dan warna pada kanvas merupakan proyeksi intripsikis untuk memahami alam bawah sadar pelukisnya 3. Melukis akan mengurangi tekanan jiwa, kecemasan, kemarahan melalui katarsis.
Bagaimana mengilustrasikan depresi?
Mengilustrasikan depresi tidak memiliki aturan tertentu, cukup mengeksplorasi jiwa kemudian mencoba mengungkapkan yang dialami dengan menggunakan lukisan dan ilustrasi. Jadi bebaskan semua jiwa dan biarkan emosi mengalir melalui seni.
Mengapa Pasien Depresi Melukis?
Pasien depresi sering kesulitan mengungkapkan yang dialami. Namun seni adalah media yang melaluinya mereka dapat mengekspresikan diri. Faktanya “art therapy” adalah jenis terapi populer yang membantu mereka dalam mengeksplorasi dan mengekspresikan emosinya untuk mengatasi stres dan meningkatkan kesehatan mentalnya. Jika mengalami depresi, mencari pertolongan selalu menjadi langkah pertama, selanjutnya coba mengekspresikan diri melalui seni (lukisan Sdr SM).
Lukisan Sdr KC dan Sdr H
Pada dasarnya depresi ditandai rasa kecil hati, sedih, tertekan, putus asa dan perasaan diri kurang atau tidak memadai. Kadang perasaan depresi merupakan pemanjangan kesedihan atas pengalaman kehilangan atau pengalaman kalah yang terus berlangsung. Acapkali agitasi dan kemarahan mengiringi semua pengalaman emosi tersebut. Sdr H melukis seorang yang kesepian memilih warna merah sebagai sikap bermusuhan, depresi seperti ini berisiko lebih besar untuk tindakan bunuh diri. Lukisan Sdr PG Depresi sering dimanifestasikan sebagai penderitaan tubuh, tubuh yang mati rasa, ditandai badan yang terasa berat, terbebani parah bahkan untuk menggerakkan anggota badanpun serasa teramat berat dan sulit. Sensasi ini berlanjut sampai depresi dirasakan sebagai gangguan somatosensoris disamping sebagai gangguan dunia afektif, hidup terasa datar-datar saja, hambar dan tanpa warna. Hidup tidak lagi dapat diarasakan.
Lukisan Sdr SM dan Sdr R
Dalam hidup perasaan satu dapat diganti dengan menghadirkan perasaan lain yang melawannya. Dunia perasaan depresif dapat diganti dengan dihadirkannya dunia manik. Kata Spinoza “suatu emosi tidak dapat ditahan atau diganti kecuali oleh emosi lawannya yang lebih kuat” Kata Shakespeare dalam Romeo dan Juliet,Act 1, Scene 2 “Api yang satu membakar api yang lain; nyeri yang dialami seseorang dapat dikurangi oleh perasaan nyerinya yang lain. Dunia emosi depresif dalam diri bipolar membuahkan penderitaan yang begitu kuat dan”self” menghadirkan dunia emosi manik untuk mengatasinya. Maka perasaan sedih diganti dengan perasaan gembira, suka cita bahkan sampai ekstrim. Demobilisasi dunia emosi dan tubuh diganti dengan mobilisasi dahsyat dunia emosi dan hiperaktifitas. Rasa kalah diganti dengan rasa menang, rasa terbeban berat diganti perasaan ringan tanpa beban, perasaan tidak aman dan tanpa pengharapan digantikan dengan optimism ekstrim. Lukisan Sdr R memilih latar belakang lukisan warna pink dan manusia berwarna merah dentgan suasana ceria menunjukkan suatu episode manik dari bipolar. Lukisan Sdr R mengalami regresi atau kemunduran yang berat hingga tidak mampu lagi membedakan antara khayalan dan realita. Meskipun demikian gambar wanita ditepi pantai berwarna hitam cukup untuk mewakili adanya depresi..
Visualisasi Ekspresi Personal
Oleh: Dr. Ira Adriati, S.Sn., M.Sn.
Tulisan ini merupakan ulasan terhadap visualisasi karya-karya peserta pameran. Peserta pameran secara keseluruhan memperlihatkan penggunaan media Lukis untuk mengeksplorasi perasaan dan pikirannnya. Hasil eksplorasi tersebut divisualisasikan dengan bentuk-bentuk visual yang memiliki makna tertentu atau metafor bagi pelukisnya. Kemampuan Teknik mereka pada umumnya sudah baik, sehingga visualisasi akrya dapat diapresiasi makna yang ingin disampaian. Harapannya pelukis menyadari kegiatan seni memberikan efek terapeutik yang dapat membuat emosi mereka lebih baik.
Dari 22 peserta dipilih 5 karya dari empat pelukis. Keragaman gaya visualisasi menjadi wakil untuk keseluruhan karya yang dipamerkan. Metode pembedahan ini menggunakan metode kritik seni feldman yang mencakup deskripsi, analisis formal, dan interpretasi. Tahap evaluasi tidak dilakukan dalam tulisan ini. Dituliskan dengan gaya jurnalistik untuk beragam pembaca.
Lukisan karya SDM 21 tahun ini memperlihatkan wajah perempuan yang tertutup dengan kupu-kupu besar berwarna coklat yang dominan menguasai wajah. Mata yang ditutupi oleh kupu-kupu, menyisakan hidung dan bibir yang berwana merah cerah. Wajah cenderung pucat walaupun masih menyisakan warna cream. Bibir memperlihatkan bentuk yang dingin tanpa senyum. Warna rambut dan Sebagian bahu putih nuansa abu-abu kebiruan. Latar sosok berwarna hitam dengan bunga mawar merah pada sisi kiri lukisan.
Secara visual lukisan ini mengindikasikan kondisi tak berdaya dari sosok tersebut, keadaan yang tidak membahagiakan yang dirasakan. Kupu-kupu yang menutupi wajah bisa mengindikasikan sesuatu yang mungkin kuat atau indah yang menghambat di satu sisi tapi di sisi lain bisa yang memberikan kebahagiaan. Kupu-kupu ini menggunakan warna alamiah yang dilukis secara detail dan berkesan maskulin.
Latar belakang kelam mempertegas suasana hati tadi, tetapi mawar merah bisa menjadi symbol semangat dalam diri peukisnya. Warna tangkai hijaupun memberikan daya hidup yang akan dikejar.
Secara keseluruhan lukisan ini membicarakan antara kondisi tertekan saat ini dan harapan yang ingin diraih. Kemampuan Teknik melukis yang cukup baik membuat lukisan ini menarik dengan detail warna pada kupu-kupu maupun bentuk bunga.
Lukisan karya SDM 21 tahun lainnya adalah sosok perempuan dengan mata masih tertutup. Kali ini dengan bentuk menyerupai kain berwarna gradasi biru putih. Terdapat tiga kupu-kupu dalam karya ini. Dua kupu-kupu pada bagian wajah, terlihat dinamis dan kupu-kupu berukuran besar pada bagian sisi kanan wajah. Warna rambut berwana kuning cerah dengan goresan yang dinamis antara bagian atas maupun samping. Warna kuning terlihat berkilap dengan gradasi warna. Kulit wajah berwarna merah muda yang berkesan hangat. Bibir berwarna merah dan lebih memperlihatkan kesan tersenyum. Bunga mawar berwarna biru menyebar di sisi kiri lukisan. Pakaian yang digunakan oleh perempuan ini berwarna biru muda. Tarikan garis pada pakaian terlihat lebih dinamis dan memberikan kesan ceria.
Berdasarkan komposisi obyek, komposisi warna, maupun goresan kuas memperlihatkan suasana ahti yang dinamis mengarah ke ceriaan. Walaupun mata masih tertutup, tetapi seakan mat aitu akan dibuka oleh kedua kupu-kupu. Kupu-kupu besar terlihat di samping hanya memantau wajah keseluruhan, bahkan kesan menemani atau menajga lebih terasa.
Lukisan perempuan ini secara keseluruhan lebih hangat dan optimis walaupun masih belum memeprlihatkan mata terbuka. Lukisan ini lebih mengindikasikan perasaan hati yang penuh harapan untuk menghapus duka atau hambatan.
Dalam lukisan ini memperlihatkan sosok menyerupai perempuan yang duduk dengan mendekap lutut. Posisi perempuan tersebut mengarah ke sebelah kiri, ke sisi obyek coklat hitam yang memberatkan. Terdapat tali berwarna merah yang mengikat lehernya. Posisi obyek utama ini terletak di bagian bawah bidang lukisan. Terdapat lelehan jingga kemerahan pada bagian atas lukisan. Bagian latar dari atas hingga ke bawah seakan pelukis telah menumpul beberapa warna seperti kuning, coklat, hitam, jingga, hingga akhirnya apresiator melihat komposisi seperti itu.
Torehan-torehan warna dinamis dan tidak beraturan sehingga mengingatkan pada suasana hati yang tidak tenang. Coretan-coretan warna coklat di sisi kiri bawah seakan menekan dan mengganggu obyek utama.
Pelukis seakan mengungkapkan ketertekanan jiwanya melalui komposisi seperti itu. Tali merah yang menjeratnya seakan ia menyampaikan tentang pemikiran iuntuk mengakhiri kehidupan. Goresan warna dan garis pada bidang lukisan ini mengindikasikan kegelisahan dalam diri pelukisnya.
Secara estetis, pelukis ini memiliki kemampuan penggunaan material cukup baik dan penggunaan simbol-simbol unsur rupa untuk mengungkapkan pemikiran dan perasaannya. Berharap setelah melukiskan ini semua, pelukis dapat merasakan emosi yang lebih baik.
Obyek lukisan ini adalah pemandangan laut yang berbatasan dengan garis horizon serta memperlihatkan langit dengan gumpalan awan yang bergumpal-gumpal seakan mengindikasikan hujan akan turun. Walaupun langit di belakang awan masih menunjukan biru lembut yang tenang atau cukup cerah pada bagian atas.
Warna biru tua dominan dengan permukaan yang tidak tenang dan bergelombang. Gerakan laut tersebut menyatakan ketidaktenangan, menginfokan badai akan segera datang.
Mengapresiasi lukisan secara keseluruhan menggambarkan situasi alam bergejolak dapat diasosiasikan dengan perasaan pelukisnya. Ia sedang mencurahkan perasaan tidak tenang atau tidak nyaman yang dialaminya melalui metafor lautan tersebut. Lautan dapat menajdi metafor perjalanan hidup manusia. Jika melihat bagian langit, sebenarnya pelukisnya masih meletakkan titik-titik harapan yang ingin dia gapai.
Lukisan ini memperlihatkan bentuk lingkaran yang tidak sempurna dari perpaduan warna-warna merah/coklat, abu, biru, abu-abu. Warna yang dipilih terlihat suram. Pada bagian Tengah pelukis meletakkan obyek berupa tanda baca “titik koma” berwarna hitam. Tanda baca tersebut menjadi sangat sentral. Pelukis memadukan bidang abstrak di belakang dengan tanda baca yang sangat dikenal setiap orang. Kedua hal tersebut kontras antara bidang abstrak yang dapat menjadi metafor tentang kelam atau beratnya kehidupan yang dialami, yang tidak ingin dia bagikan sekelam apa, tetapi kemudian dia memberikan symbol tanda baca yang umum. Tanda baca “titik koma” biasa digunakan untuk menjadi pengantar akan penjelasan selanjutnya. Bisa saja “titik koma” adalah sebuah pernyataan jika hal buruk tidak berakhir begitu saja, tapi masih ada harapan untuk lebih baik.
Diharapkan melalui lukisan ini pelukis menjadi lebih menyadari akan persoalan akan selalu memiliki jalan untuk diselesaikan. Semoga persoalannya emnjadi lebih ringan setelah dia menggunakan lukisan sebagai media terapeutiknya.
Lukisan ini memperlihatkan sosok menyerupai perempuan dari bentuk rambutnya. Sosok tersebut divisualisasikan dengan sederhana menyerupai gambar anak kecil. Pada bagian lain sosok tersebut dilukiskan lebih bervolume, berdiri memegang bunga, berada di samping vas bunga, duduk di tangkai bunga, maupun dalam bidang hitam terlihat sedang berjongkok. Lukisan ini berlatar merah muda, dengan menggunakan warna merah, hitam, biru muda, dan putih untuk obyek-obyek yang dilukiskannya.
Bentuk lain yang terlihat adalah bunga, vas bunga, turunan tanah, langit, awan, dan bunga yang terletak pada bidang hitam berbentuk persegi Panjang, serta daun yang berada dalam bentuk oval hitam.
Memperhatikan visualisasi keseluruhan terasa banyak hal yang ingin diceritakan oleh pelukisnya. Bidang persegi Panjang yang memperlihatkan perempuan jongkok dengan latar belakang hitam seakan hendak berbicara sesuatu yang kelam di antara keriuhan. Sosok perempuan yang terasa merenung, menerawang, galau.
Hal yang menarik sosok perempuan yang berdekatan dengan obyek bunga selalu memperlihatkan bunga tersebut jauh lebih besar dari perempuan tadi. Bisa saja dinterpretasikan bunga itu harapan dari perempuan dalam gambar. Harapan yang ingin digapai. Bentuk vas yang organis meliuk-liuk mengimajinasikan tempat harapan yang menumbuhkan bunga.
Secara keseluruhan lukisan ini memeprlihatkan keriuhan yang ada dalam pikiran dan perasaan pelukisnya. Dalam kebimbangan atau kemuraman, bahkan ketidakberdayaannya, sebenarnya dia menyisakan harapan melalui bunga maupun warna merah muda yang menjadi warna dasar.
Visualisasi ini menarik dengan menggunakan bentuk visual tubuh yang beragam, serta penceritaan perasaan yang terdalam dengan bentuk dekoratif di satu sisi, di sisi lain imajinatif.
Hari ini diperingati dengan World Bipolar Day. Bipolar adalah penyakit bukan tujuan tanpa harapan yang dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat.
Ko bisa sih suami selingkuh? Coba yang punya pengalaman suami nya selingkuh di simak yuk!
Posesif bisa jadi salah satu penyebab KDRT loh😱 Ada yang pernah mengalami? Yuk simak penjelasan dari dr. Teddy Hidayat, Sp.KJ