SM - 21 Tahun | Terapi menyembuhkan luka
Bagiku, melukis itu seperti terapi menyembuhkan luka, walaupun yang pulih tentunya tidak selalu sempurna dan kembali utuh seperti sediakala. Melukis juga butuh proses yang panjang. Begitu banyak waktu, tenaga, dan ide yang cemerlang. Proses berpikir beradu dengan nurani yang berkamuflase bagaikan ulat yang tumbuh menjadi kepompong, lalu ia terbang menjadi kupu-kupu.
Menjadikan suatu keindahan yang dapat dinikmati oleh kita yang memandangnya, bukan? Bagiku, melukis menjadi suatu mediasi meluapkan segala emosi yang dirasakan tanpa mesti merangkai kata, tanpa berdialektika dengan sosok yang kita inginkan, walaupun ia kuberi kepercayaan utuh untuk mendengar, tentu melukis lebih dalam dari segalanya. Lebih daripada dialog-dialog dengan orang tersayang. Hanyalah orang-orang tertentu yang mampu mengamati, merasakan, memaknai apa definisi dibalik lukisan itu.
Bagiku, melukis itu suatu karya yang abadi meskipun pada suatu masa Aku akan dipanggil-Nya. Namun pikiran dan perasaan itu akan tetap sama dan abadi didalamnya. Canvas dan cat yang bersatu padu di dalam sebuah karya lukisan menjadi sesuatu yang tidak akan pernah sedikitpun mengalami perubahan. Seperti itulah makna lukisan yang kubuat. Seorang gadis pucat pasi dalam kegelapan di setiap tidurnya, seperti tidur di antara merekahnya bunga mawar yang menghiasi malam-malam panjang. Namun, tahukah engkau bahwa tangkai mawar itu mampu menyakitiku? meskipun mawar merupakan suatu keindahan yang mampu dinikmati banyak orang namun terasa menyakitkan bilamana digenggam. Seperti itu pula rasa sakit yang menyelimutiku sebagai pengidap gangguan mental bipolar. Namun dibalik itu semua, hidup selalu ada titik koma atau yang bisa kita sebut semicolon.
Semicolon atau tanda titik koma adalah tanda baca yang berfungsi untuk menandai bagian kalimat yang sejenis atau setara, juga memisahkan kalimat yang setara dalam kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung. Jika ada tanda semicolon dalam sebuah kalimat, artinya kalimat itu bisa saja berakhir tetapi ternyata tidak jadi. Semicolon bagiku adalah pilihan untuk memilih tidak mengakhiri kalimat tersebut. Sebuah harapan yang belum usai, meskipun harapan itu sekecil ingin menikmati berjemur di pagi hari, menikmati pahitnya kopi, memandang langit dengan indahnya sunset, membaca buku hingga halaman terakhir, atau bahkan hanya untuk melihat kucing peliharaan tersayang. Harapan itu saja selalu menjadikan kami hal yang cukup bagi penderitaan ini. Meskipun kita tidak memiliki alasan besar untuk tetap hidup, setidaknya kita punya alasan kecil, kecil, ya, walau kecil saja... Bagaimana dengan makna kupu-kupu itu? The Butterfly Project yang muncul karena beberapa gangguan mental menyebabkan seseorang gemar melukai tubuh sendiri atau self harm. Kupu-kupu merupakan salah satu simbol transformasi. Berawal dari ulat, kepompong, hingga menjadi bagian atau bentuk yang paling indah. Seperti itu pula proses perjuangan kami melawan tindakan menyakiti diri sendiri sebagai pengidap gangguan mental.